Minggu, 31 Agustus 2014

Peringatan Hari Pramuka ke -53 Tingkat Kwarda Jawa Tengah

Peringatan Hari Pramuka ke -53 Tingkat Kwarda Jawa Tengah Tahun 2014 "Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi"

 




"Peringatan Hari Pramuka ke -53 Tingkat Kwarda Jawa Tengah"

Peringatan Hari Pramuka ke -53 Tingkat Kwarda Jawa Tengah di kabupaten Kebumen Tahun 2014 "Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi" Kebumen, 30 Agustus 2014


















Peringatan Hari Pramuka ke -53 Tingkat Kwarda Jawa Tengah di kabupaten Kebumen Tahun 2014 "Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi" Kebumen, 30 Agustus 2014

Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab
berikan ...walaupun itu hanya setitik bhakti
kepada Tanah Air Indonesia.
Wahai pemuda pemudi,
bangunlah.. tetap semangat

Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

kita wujudkan pribadi berkarakter, berakhlak mulia.
kita mulai dari diri kita

tetap berusaha jujur dan ikhlas
‘trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri

"Last Message to Scouts by Robert Baden-Powell"


BP Picture


Last message to scouts
by Robert Baden-Powell
These messages were found amongst Baden-Powell's papers after his death, in an enveloped addressed "to the Boy Scouts", inside another envelope containing other documents marked "In the event of my death", that always carried with him in his travels.

Dear Scouts - If you have ever seen the play "Peter Pan" you will remember how the pirate chief was always making his dying speech because he was afraid that possibly when the time came for him to die he might not have time to get it off his chest. It is much the same with me, and so, although I am not at this moment dying, I shall be doing so one of these days and I want to send you a parting word of good-bye.
Remember, it is the last time you will ever hear from me, so think it over.
I have had a most happy life and I want each one of you to have as happy a life too.
I believe that God put us in this jolly world to be happy and enjoy life. Happiness doesn't come from being rich, nor merely from being successful in your career, nor by self-indulgence. One step towards happiness is to make yourself healthy and strong while you are a boy, so that you can be useful and so you can enjoy life when you are a man.
Nature study will show you how full of beautiful and wonderful things God has made the world for you to enjoy. Be contented with what you have got and make the best of it. Look on the bright side of things instead of the gloomy one.
But the real way to get happiness is by giving out happiness to other people. Try and leave this world a little better than you found it and when your turn comes to die, you can die happy in feeling that at any rate you have not wasted your time but have done your best. "Be Prepared" in this way, to live happy and to die happy- stick to your Scout Promise always when you have ceased to be a boy - and God help you to do it.
Your friend,

Baden-Powell of Gilwell

"Pramuka Mengajak Menjadi Pribadi Berakhlak Mulia"

Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi dan Rasul oleh Allah SWT untuk “menyempurnakan akhlaq manusia” mengajak kita berakhlak baik seperti;
“Carilah ilmu walau sampai ke negeri Cina“Kebersihan itu sebagian daripada iman
....................................................................
Mengapa Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia ? ini menjadi bahan renungan kita, karena Nabi pun “ belum mampu” mengubah 100 % akhlaq jahiliyah. Belia kini telah tiada. Maka menjadi tugas kita,  menjadi tugas para penerusnya sampai hari kiamat mengajak seluruh umat untuk memjadi pribadi berakhlak mulia.  Ya satu Pramuka untuk satu Indonesia. Bahkan kita bersama-sama mengajak warga dunia ' Satu Pramuka untuk Satu Dunia'
 

Pahlawan, tokoh-tokoh mengajak melalui pesan-pesannya agar kita menjadi pribadi berkhlak mulia seperti. Sidarta Gautama, Konghucu dan lain lain. Semua mengajarkan keshalihan; baik kesalihan I’tiqdiyah maupun kesalihan sosial.

Rasanya bagi yang pernah menginjak bangku sekolah, pasti akan mengenal Boden Powell karena memang Pramuka walaupun sifatnya sukarela, tapi dilingkungan sekolah hukumnya “Fardlu a’in” maka pada saat berpramuka ini akan mendengar nama Boden Powell atau biasa disebut Lord Boden Powell.
 

Inggris pada tahun 1908 seorang perwira tinggi berpangkat Mayor Jendral bernama Boden Powell mencetuskan gagasan tentang “ sistem pendidikan luar sekolah bagi kalangan anak- anak dan remaja di negaranya (Inggris). Dengan suatu harapan, ia bercita- cita agar anak- anak dan remaja Inggris menjadi warga negara dan anggota masyarakat yang baik serta dapat memenuhi tuntutan keadaan dan kebutuhan kerajaan Inggris Raya.

Ada beberapa hal yang perlu perhatian kita, bahwa
Boden Powell bahwa Bapak Pramuka Dunia menginginkan;

☺ Agar anak – anak dan remaja Inggris menjadi warga negara dan anggota masyarakat yang baik.
☺ Dapat memenuhi tuntutan keadaan dan kebutuhan kerajaan Inggris Raya.

Dalam konteks kesejahteraan tahun 1908 adalah masa penjajahan di satu sisi dan sedang pesatnya industrial di eropa. Maka Baden Powell yang Mayor Jendral ini ingin memiliki kader – kader militan bela Negara, untuk apa semuanya? Untuk dan demi tegaknya Kerajaan Inggris Raya.

Namun, sang Jendral tidak langsung menyajikan keinginannya dalam bentuk yang langsung, namun disajikan dalam bentuk buku yang Ia susun berdasarkan dirinya menjadi militer dan terjun di medan pertempuran.buku tersebut yang diberi judul “Scouting For Boy
atau “Memandu Untuk Putra menjadi literatur yang wajib Dibaca oleh: Scout, Pandu atau Pramuka.

Keuletan sang Jendral ini ternyata mendapat sambutan hangat di mana – mana bukan hanya di Inggris tetapi di Negara – Negara lainya. Oprasionalisasi gagasan Baden Powell ini pada intinya adalah “ berupaya memperkenalkan kembali anak – anak dan remaja terhadap lingkungan alam di tengah – tengah suasana alam yang makin tercemar dengan adanya perkembangan industrialisasi modern dengan bantuan peralatan yang kian canggih
.”

 
Sepuluh tahun berselang (1918) Baden Powell sudah membentuk Rover Scout (Pramuka usia Penegak/remaja).  Penegak Pramuka ini dibekali pedoman buku yang berjudul“Rovering to Sacces”. Buku ini memberikan ilustrasi tentang seorang pemuda yang harus mengayuh sampan sendiri menuju pantai bahagia. Pesan yang ingin disampaikan Baden Powell adalah agar  'Pramuka Penegak' harus senantiasa sabar, ulet dan tangguh dalam menghadapi tantangan hidup, agar cita – citanya tercapai.

Tantangan yang diistilahkan Baden Powell adalah “Karang"
ini sangat berbahaya bagi generasi muda dan menurut saya ini sebagai pendidikan budi pekerti ala Baden Powell. Karang tersebut antara lain:
☺ Kesenangan berjudi yang merusak mental;
☺ Hidup tanpa Tuhan, atau tidak mempercayai adanya Tuhan (atheis);
☺ Hidup mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain (sifat serakah dan munafik);
☺ Hidup berfoya – foya dan lupa daratan;
☺ Suka minum – minuman keras dan merokok.

Maka, rasanya tidak berlebihan jika Baden Powell banyak pengikutnya sampai sekarang, walaupun kadang sampai sekarang masih banyak  Pramuka atau Pembina Pramuka atau bahkan Pelatih Pembina Pramuka yang belum membaca buku wajib seorang pandu sejati yaitu “ Scouting for Boys “ dan “ Rovering to Succes “ walau hanya dalam terjemaah dalam bahasa Indonesia. Pendidikan budi pekerti yang diajarkan Baden Pewell akan melahirkan keshalihan I’tiqadiah dan keshalihan seorang Pramuka.

Sebagai Pandu sejati juga harus camkan kata – kata Baden Powell yang satu ini : “Jalan untuk menuju hidup bahagia, adalah dengan cara membahagiakan orang lain
.”

 
Pesan Baden Pewell

"Hidupku adalah sangat bahagia dan harapanku mudah-mudahan kamu sekalian masing-masing juga mengenyam kebahagiaan dalam hidupmu seperti aku. Saya yakin bahwa Tuhan menciptakan kita dalam dunia yang bahagia ini untuk hidup berbahagia dan bergembira, kebahagiaan tidak timbul dari kekayaan, tidak juga dari jabatan yang menguntungkan, ataupun kesenangan bagi diri sendiri.jalan menuju kebahagiaan adalah membuat dirimu lahir dengan batin sehat dan kuat pada waktu kamu masih anak-anak, sehingga kamu dapat menikmati hidup, jika kamu kelak telah dewasa."

Mulai saat ini mari kita berikan walau hanya setitik 'bhakti' kepada tanah air Indonesia.